MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR MANUSIA DAN KEGELISAHAN


MAKALAH

ILMU BUDAYA DASAR

“MANUSIA DAN KEGELISAHAN”

Untuk memenuhi salah satu tugas Semester 1
Dosen pengampu: SARWIDO, S.E., M.M.



Disusun Oleh:
Kelompok 6
1.      Abdul Azis                                          (NIM : 171240000729)
2.      Abdul Salam                                       (NIM : 171240000629)
3.      Ahmad Zarkasi                                    (NIM : 171240000655)
4.      Faiz Ali Shofi`in                                 (NIM : 171240000613)
5.      Mohammad Bagus Eriyanto               (NIM : 171240000713)
6.      Nor Wahid                                          (NIM : 171240000612)

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
PRODI TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA JEPARA
2017


Daftar Isi

Daftar Isi......................................................................................................... 1
Kata Pengantar............................................................................................... 2
BAB I Pendahuluan........................................................................................ 3
1.1 Latar Belakang..................................................................................... 3
BAB II Pembahasan....................................................................................... 4
2.1 Pengertian Manusia dan Kegelisahan.................................................. 4
2.2 Sebab- sebab Manusia gelisah............................................................. 5
2.3 Bentuk- bentuk kegelisahan................................................................ 6
2.4 Dampak yang ditumbulkan dari Kegelisahan…………………………6
2.5 Cara Mengatasi Kegelisahan………………………………………….6
BAB III Penutup........................................................................................... 11
3.1 Kesimpulan........................................................................................ 11
3.2 Kritik dan Saran................................................................................. 11
Daftar Pustaka.............................................................................................. 13











KATA PENGANTAR

          Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha ESA yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis berhasil menyelesaikan Makalah ini dengan tepat pada waktunya yang berjudul “Manusia Dan Kegelisahan” Makalah ini berisikan tentang informasi Pengertian “Manusia Dan Kegelisahan“. 

           Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

           Akhir kata, penulis sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Tuhan senantiasa melancarkan segala usaha kita. Amin.



Jepara, 27 September 2017









BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

            Semua manusia mempunyai kegelisahan. Pada prinsipnya, manusia merupakan makhluk yang di arahkan oleh motivasi dan cita-citanya. Hampir semua tingkah laku manusia dapat dipandang sebagai usaha untuk memuaskan hasrat biologis mereka. Tetapi tujuan itu sering sulit atau bahkan kemungkinan kecil untuk dicapai.
            Kegelisahan diartikan sebagai suatu kondisi dimana orang menghadapi halangan atau rintangan dalam mengatasi rintangan tersebut. Pada hakekatnya kegelisahan menunjuk pada motivasi yang terhalang dan dalam keadaan tidak terpuaskan. Saat ini banyak orang yang merasa hidup sendiri dalam kehidupannya. Keadaan ini salah bila dikembalikan kepada pengertian manusia itu sendiri, bahwa selain manusia disebut makhluk individu karena memiliki ruh dan jiwa, manusia juga disebut sebagai makhluk sosial dimana manusia memerlukan orang lain dalam hidupnya.
            Manusia suatu saat dalam hidupnya akan mengalami kegelisahan. Hal ini mungkin akibat kebutuhan hidup yang meningkat, rasa individualistis dan egoisme, persaingan dalam hidup, dan sebagainya. Jadi tidak jarang akibat kegelisahan seseorang membuat oran lain menjadi korban.








BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Manusia Dan Kegelisahan

            Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang yang tidak tenteram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
            Manusia selama ini seringkali tenggelam dalam kegelisahan. Berbagai penyebab kegelisahan telah menyita waktu dan perhatian manusia, dan sayangnya banyak yang tidak menyadari betapa mengganggunya kegelisahan itu. Kegelisahan yang timbul dalam diri kita sebenarnya dibuat oleh kita sendiri, kita ciptakan mereka di dalam pikiran kita melalui ketidakmampuan ataupun kegagalan untuk mengerti bahaya perasaan keakuan dan melalui khayalan yang melambung serta kesalahan dalam menilai setiap kejadian atau benda. Hanya jika kita dapat melihat suatu kejadian atau benda dengan apa adanya, bahwa tidak ada sesuatu apa pun yang kekal di dunia ini dan bahwa keakuan kita sendiri merupakan khayalan liar yang membawa kekacauan dalam pikiran yang tidak terlatih. Kegelisahan adalah suatu rasa tidak tenteram, tidak tenang, tidak sabar, rasa khawatir atau cemas pada manusia. Kegelisahan merupakan gejala universal yang ada pada manusia manapun.
Alasan mendasar mengapa manusia gelisah ialah karena manusia memiliki hati dan perasaan. Bentuk kegelisahannya berupa:
a. Keterasingan
b. Kesepian, dan
c. Ketidakpastian.
            Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan. Karena itu dalam kehidupan sehari- hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat diseutkanbahwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai.
            Kecemasan ini timbul karena pengamtan tentang bahaya dari naluriah. Menurut Sigmund Freud kecemasan ini dibagi dalam tiga macam, yaitu:
a. Kecemasan Kenyataan (obyektif), Kecemasan ini mirip dengan kecemasan terapan dan kecemasan ini timbul akibat adanya pengaruh dari luar atau lingkungan sekitar.
b. Kecemasan neorotik, Kecemasan ini berhubungan dengan sistem syaraf. Syaraf- syaraf yang bekerja secara alami ketika tubuh merasa terancam atau mengetahui akan ada suatu hal berbahaya yang akan terjadi. Tubuh tidak diperintahkan untuk melakukannya. Singkatnya kecemasan ini ditimbulkan oleh suatu pengamatan tentang bahaya naluriah.
c. Kecemasan moril, Kecemasan ini muncul dari dalam diri sendiri. Sebagian besar karena rasa bersalah atau malu dalam ego yang ditimbulkan oleh suatu pengamatan bahaya dari hati nurani. Hal ini timbul karena pada dasarnya setiap manusia mempunyai hari nurani dan sadar atau tidak mereka tahu mana hal yang benar dan mana yang salah. Walaupun mereka melakukan kejahatan, setiap orang pastilah tahu hal yang dilakukannya itu adalah salah. Keadaan mungkin yang memaksa mereka melakukannya. Jadi, mereka tetap mempunyai rasa bersalah dan mengalami kegelisahan moral itu.

2.2 Sebab- sebab Manusia Gelisah

            Pada prinsipnya manusia merupakan mahluk hidup yang diarahkan oleh motivasi dan cita-citanya. Hampir semuatingkah laku manusia dapat dipandang sebagai usaha untuk memuaskan hasrat biologis mereka. Tetapi tujuan itu sering sulit atau bahkan kemungkinan kecil untuk di capai. Oleh sebab itu ada beberapa sebab yang menyebabkan manusia merasakan gelisah, yaitu:
a. Kegelisahan dan kompleksitas manusia
            Motif-motif perbuatan yang mendorong dan mengarahkan tingkah laku tidak timbul dan dapat mencapai pemuasan dengan cara yang sederhana. Sebaliknya motif-motif itu terjadi dalam keadaan ruwet, bahkan kadang- kadang penuh kekacauan. Motif yang berbeda- beda bersaing satu sama lain, dan pemuasan terhadap motif pertama akan disusul dengan datangnya motif yang lain. Bertumpuknya pola-pola motif kehidupan manusia mengajarkan kepada manusia bahwa tidak semua motif dapat dipuaskan, tetapi ada juga yang memerlukan kesabaran untuk menundanya, dan bahkan bila perlu motif itu ditinggalkan. Bila tidak akan menghasilkan kegelisahan.

b. Kegelisahan dan Kondisi Lingkungan
            Pemuasan yang menyeluruh pada saat motif juga hampir tidak mungkin sebab tujuan motif itu hanya biasa di capai menyeluruh jika sesuai dengan apa yang tersedia dilingkungan kita. Pada lingkungan tertentu makanan mungkin tak tersedia untuk memuaskan rasa lapar, karena orang itu tidak mampu membelinya, atau kawan-kawan orang itu tidak memperhatikannya atau mengaguminya yang dapat digunakan untuk memuaskan keinginan akan status, keakraban, cinta dan sebagainya.
            Hal di atas itu mengajarkan kepada kita bahwa beberapa motif lebih penting dari lainnya karena cukup sulit untuk dicapai atau motif itu berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Dalam kehidupan kita perkara makan dan minum bukanlah perkara yang sulit, karena makanan dan minuman cukup tersedia pada kita walau ala kadarnya. Untuk mengatasi kegelisahan yang kita alami pertama- pertama harus mulai dari kita diri sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang ini mampu diharapkan dapat membuat kita berpikir dengan tenang, sehingga segala masalah dapat diatasi.

2.3 Bentuk- Bentuk Kegelisahan

1. Keterasingan

             Keterangan berasal dari kata “terasing” dan kata itu dari kata dasar “asing” berarti “sendirian, tidak dikenal orang”. Terasing berarti “disisishkan dari pergaulan”.
Jadi, keterasingan berate hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkannya seseorang dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari orang lain.
            Terasing atau keterasingan adalah merupakan bagian hidup manusia terhadap kaum mukmin yang sedang berada ditemat pengasingan, jauh dari tanah airnya, yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Jadi keterasingan berarti hal-hal yang berkenaaan dengan tersisihkan dari  pergaulan atau terpisah dengan orang lain.
            Penyebab dari rasa keterasingan ini adalah Orang yang hidup dalam keterasingan, pertama sifat-sifat atau sikap yang tidak dapat diterima dan kedua karena perbuatannya. Jadi keduanya juga karena perbuatan hanya berbeda sifatnya. antara lain: mencuri, membunuh, melakukan pelecehanseksual, bersifat angkuh atau sombong, dan kaku, suka berkelahi dan sikap rendah diri. Sikap rendah diri menurut Alex Gunur adalah sikap kurang baik. Sikap ini menganggap atau merasa dirinya selalu atau tidak berharga, tidak atau kurang laku, tidak atau kurang mampu dihadapan orang lain, sehingga merasa dirinya lebih rendah dari orang lain. Sikap ini juga disebut sikap minder, jadi, bukan orang lain yang memandang dirinya rendah, tetapi justru dirinya sendiri. Sebab-sebab seseorang bersikap rendah diri, antara lain:
a. Keterasingan karena cacat fisik
            Cacat fisik itu tidak perlu membuat hidup terasing karena cacat fisik itu kehendak Tuhan. Namun manusia, lain jalan pikirannya, merasa malu anaknya atau cucunya yang cacat fisik, maka disingkirkan anak tersebut dari pergaulan ramai, hidup dalam keterasingan.
            Seperti halnya dalam film “Detik-detik menyentuh kasih” seorang kakek malu melihat cucunya lahir dalam keadaan cacat kakinya, ia berusaha membunuh bayi itu dengan cara perlahan-lahan. Tetapi ibunya yang mengandung 9 bulan dengan penuh kasih saying, dengan diam-diam membawa lari anaknya ke sebuah desa jauh dari jauh dari pergaulan ramai.
            Anaknya di didik diajar membaca, menulis, berhitung dan ternyata anak tersebut mempunyai daya tangkap yang luar biasa. Dengan kaki buatan, ia dapat bersekolah, bahkan sampai ke perguruan tinggi, dan akhirnya anak yang telah dewasa itu berhasil menjadi penulis yang baik.
b. Keterasingan karena social ekonomi
            Ekonomi kuat atau lemah adalah anugrahtuhan. Orang tidak boleh membanggakan kekayaan, tetapi orang tidak boleh merasa rendah diri karena keadaan ekonomi yang sangat rendah. Namun didalam kenyataan lain keadaanya. Orang-orang yang lemah ekonominya sering kali merasa rendah diri, akibat orang-orang yang kaya sering membanggakan kekayaanya, meskipun tidak disengaja.
            Seperti halnya dalam roman “Dian yang tidak kunjun padam karya st.Alisyahbana”, setelah cintanya kepada Molek ditolak oleh orang tua Molek R. Mahmud dan Cik Siti: Yasin mengasingkan diri dari pergaulan. R. Mahmud beranggapan bahwa selain rendah martabatnya juga miskin. Oleh karena merasa diri hanya sebagi penjual nanas, Yasin kecewa, ddan menyembunyikan diri sebagai pertapa. Ia muncul pada waktu Molek meninggal dunia. Yasin bekerja dengan giat, mengangkut air, dan menyediakan barang yang diperlukan untuk pemakaman Molek. Molek meninggal akibat putus asa, kecewa atas perbuatan suaminya, Sayid Mustafa keturunan Arab pilihan orang tuanya,
c. Keterasingan karena rendah pendidikan
                 Dalam pergaulan orang-orang yang berpendidikan rendah dan kurang pengalaman biasanya menyendiri, mengasingkan diri karena serba sulit menempatkan diri.
d. Keterasingan karena perbuatannya
            Orang terpaksa hidup dalam keterasingan karena merasa malu, dunia rasanya sempit, bila nampak orang ingin mukanya ditutupi. Itu semua adalah akibat dari perbuaannya yang tidak bias diterima oleh masyarakat lingkungannya.

2. Kesepian

            Kesepian berasal dari kata sepi, artinya sunyi, lengang, tidak Ramai, tidak ada orang atau kendaraan, tidak banyak tamu, tidak banyak pembeli, tak ada apa- apa, dan sebagainya. Kesepian adalah keadaan sepi atau hal sepi.
            Sebagai contoh, seorang ibu merasa kesepian setelahanaknya menikah dan berumah sendiri. Berdasarkan contohini dapat terlihat bahwa setiap orang pernah mengalamikesepian. Karna kesepian merupakan bagian hidup manusia,lama atau sebentar perasaan kesepian ini bergantung kepadamental orang dan kasus penyebabnya.



3. Ketidakpastian

            Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu (pikirannya), apa yang dipikirkannya tidak searah. Itu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrasi.
            Ketidakpastian adalah bagian dari hidup manusia. Ketidakpastian atau ketidaktentuan adalah bagian hidup. Setiap orang pernah mengalaminya, Bahkan anak kecilpun pernah mengalaminya. 
Misalnya:
            Ketika anak kecil ditinggalkan ibunya,ia menangis kebingungan.K ebingungan itu menunjukkan adanya ketidakpastian, seperti anak ayam yang kehilangan induknya.
Sebab-sebab Terjadinya Ketidakpastian
            Orang yang pikirannya terganggu tidak dapat berpikir secara teratur, logis ataupun mengambil kesimpulan. Dalam berpikir ia selalu menerima rangsangan (stimu.lus) dari luar, sehingga jalan pikirannya menjadi kacau. Kalaupun ia dapat berpiki baik, akan memakan waktu yang cukup lama dan sukar. Mereka menampakkan tanda-tanda obsesi, fobia/phobia, delusi, gerakan-gerakan gemetar (buyuten),kehilangan pengertian (aparia), kehilangan kemampuan untuk menangkap sesuatu (agnesia).
Menurut Siti Meichati  dalam bukunya kesehatan mental adda beberapa sebab orang tidak dapat berpikir dengan pasti.

Sebab-sebab itu ialah sebagai berikut:
a. Obsesi
            Obsesi adalah gejala neurose jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus-menerus, biasanya tentang hal-hal yang tak menyenangkan, atau sebab yang tak diketahui oleh penderita. Misalnya, selalu berpikir ada orang yang ingin menjatuhkan kita’



b. Phobia
            Phobia adalah rasa ketakutan yang tak terkendalikan, tidak normal, kepada suatu hal atau kejadian, tanpa diketahii sebab-sebabnya.
c. Delusi
            Menunjukkan pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan suatu keyainan palsu. Tidak dapat memakai akal sehat. Tidak ada dasar kenyataan dan tidak sesuai dengan pengalaman.
d. Histeria
            Ialah neurose jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri, atau sugesti dari sikap orang lain.
e. Halusianasi
            Khayalan yang terjadi tanpa rangsangan panca indra. Seperti para prewangan (medium) dapat digolongkan pada pengalaman halusinasi. Dengan Sugesti diri orang dapat juga berhalusinasi. Halusinasi buatan, misalnya dapat dialami oleh orang mabuk atau pemakaian obat bius. Kadang-kadang karena halusinasi orang-orang merasa mendapat tekanan-tekanan terhadap dorongan-dorongan itu menemukan sasarannya. Ini nampak dalam perbuatan-perbuatan penderita (penderita itu dapat menyadari perbuatannya itu, tetapi tidak dapat menahan rangsang khayalan sendiri).
f.  Kompulasi
            Kompulasi ialah keragu-ragu yang sangat mengenai apa yang telah dikerjakan, sehingga ada dorongan yang tak disadari untuk selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang serupa berulang kali (Neurose).
g. Keadaan Emosi
            Dalam keadaan tertentu seseorang sangat terpengaruh oleh emosinya. Ia sampai pada keseluruhan pribadinya : gangguan pada nafsu makan, pusing-pusing, muka merah, nadi cepat, keringat, tekanan darah tinggi/lemah. Sikapnya dapat apatis atau terlalu gembira dank arena itu dilepaskan di dalam gerakan-gerakan lari-larian, nyanyian, ketawa atau berbicara. Sikap ini dapat pula berupa kesedihan menekan, tidak bernafsu, tidak bersemangat, gelisah, dsb. Jelas kepada kita orang yang demikian itu tidak mungkin dapat berfikir dengan tenang dan dengan baik.
            Untuk mengatasi atau untuk menghilangkan pikiran yang kacau itu perlu dicari penyebabnya, andaikata telah diketahui penyebabnya tetap masih sakit, penderita perlu diajak pergi atau pergi sendiri ke spikolog.

2.4 Dampak Yang Ditimbulkan Dari Kegelisahan

Kecemasan
Merupakan emosi normal yang dialami seseorang dalam situasi atau suatu keadaan di mana subjek merasa terancam oleh bahaya internal atau eksternal. Kita harus bisa membedakan antara rasa takut (objek yang sudah diketahui ancaman eksternal dan siap untuk merespon) dan kegelisahan (objek yang belum diketahui ancaman eksternal dan masih merencanakan atau menyusun sebuah respon). Kecemasan adalah abnormal bila tidak proporsional dan terlalu berlebihan maka bisa menyebabkan stres


2.5 Cara Mengatasi Kegelisahan
Cara yang mungkin juga baik untuk digunakan dalam mengatasi kegelisahan:
  • Dengan memerlukan sedikit pemikiran yaitu, pertama kita menanyakan pada diri kita sendiri (instropeksi),akibat yang paling buruk yang bagaimanakah yang akan kita tanggung atau yang akan terjadi,mengapa hal itu terjadi,apa penyebabnya dan sebagainya.

  • Kita bersedia menerima sesuatu yang terjadi pada diri kita dengan rasa tabah dan senang hati niscaya kecemasan tersebut akan sirna dari jiwa kita. Bersamaan berjalannya waktu kita dapat mencoba untuk memperkecil dan mengurangi keburukan-keburukan akibat timbulnya kecemasan tersebut dalam jiwa  kita.

  • Berdoa kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh sabar,tabah,senang dan ikhlas sehingga Ia mau mengabulkan permohonan kita dari perasaan kecemasan ini,sebab Tuhan adalah yang paling Maha Pemurah,Maha Pengampun,Maha Pengasih dan Maha Penyayang bagi umatnya yang mau berdoa dan memohon kepadaNya.


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

            Kegelisahan merupakan bagian hidup manusia. Setiap manusia, dengan tidak memperdulikan segala latar belakang dan kemampuannya pasti akan mengalami kegelisahan, entah sebentar atau lama, relative ringan ataupun berat. Yang demikian ini boleh jadi sangat wajar mengingat manusiamempunyai hati dan perasaan.
            Berbicara tentang manusia, berbicara pula tentang media tempat manusia hidup yaitu Dunia. Untuk bisa memahami hakikat manusia maka harus pula memahami hakikat dunia dan hakikat kehidupan manusia didunia. Pada dasarnya konsep mendiami dunia mengandung arti pemenuhan kebutuhan atas aspek-aspek yang membentuk manusia. Apabila manusia tidak bisa menjaga hakikat dirinya dan hakikat hidupnya maka yang timbul adalah kegelisahan. sumber dari kegelisahan adalah hawa nafsu dan sikap pamrih (tidak ikhlas). Kedua hal ini akan menyebabkan munculnya sikap keserakahan dan konflik yang juga memunculkan ketakutan, kekecewaan, dan pada akhirnya adalah kegelisahan.
            Adapun bentuk-bentuk kegelisahan berupaketerasingan, kesepian, dan ketidakpastian mempunyai hubungan yang erat dan mempengaruhi satu sama lain. Keterasingan dalam satu dan lain kesempatan bisa membuahkan kegelisahan. Dan sebaliknya, kegelisahan yang begitu hebat bisa saja menimbulkan keterasingan. Kemudian dari keterasingan yang dialami seseorang bisa saja menciptakan kondisi kesepian dan karena kesepian itu pun bisa saja menimbulkan ketidakpastian. Keterasingan bisa jadi merupakan perilaku sosiopatik dan sikap apatis yang tidak menyadari bahwa manusia adalah makhluk yang bermasyarakat dan tidak bisa hidup sendiri.

3.2 Kritik dan Saran

            Sebagai penulis yang menyusun makalah ini, penulis sangat memerlukan kritikan dan saran demi kesempurnaan penyusunan makalah yang selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA

Prasetya Tri Joko Drs, dkk (Anggota IKAPI), 1998,” Ilmu Budaya Dasar (lengkap)”. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Djoko Widagdo Drs, dkk, 1999. “Ilmu Budaya Dasar”. Jakarta: Bumi Aksara.
Dimyati (2010). Manusia Dan Kegelisahan, Dipetik september 28, 2017. 


No comments for "MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR MANUSIA DAN KEGELISAHAN"