MAKALAH PERSAMAAN LINEAR HOMOGEN, EIGEN VALUE, DAN EIGEN VEKTOR
MAKALAH
PERSAMAAN
LINEAR HOMOGEN, EIGEN VALUE,
DAN
EIGEN VEKTOR
Disusun
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Aljabar Linear
Dosen
pengampu : Lilik Sulistyo, M.Pd.
Disusun oleh :
FAIZ ALI SHOFI’IN ( 171240000613)
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS SAINTEK
UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA
(UNISNU) JEPARA
TAHUN 2018
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum
Wr. Wb
Syukur Alhamdulillah senantiasa kita
panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat, hidayah, dan
taufiq-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalahyang berjudul “Persamaan
Linear Homogen, Eigen Value, dan Eigen Vektor” untuk memenuhi tugas mata kuliah
ALJABAR LINEAR.
Dalam penulisan makalah ini, saya
menyadari sepenuhnya segala keterbatasan manusiawi yang dimiliki, sehingga
makalah ini masih jau dari kesempurnaan. Oleh karena itu saya mengharapkan
sekali kritik dan saran utuk menyempurnakan makalah ini.
Saya berharap penyusunan makalah
“Persamaan Linear Homogen, Eigen Value, dan Eigen Vektor” ini mampu menambah
wawasan kita tentang sistem persamaan aljabar linear.
Wassalamualaikum
Wr. Wb
Jepara,
25 Juni 2018
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...................................................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................ 1
1.1 Latar
Belakang............................................................................................. 1
1.2 Rumusan
Masalah........................................................................................ 1
1.3 Tujuan
Penulisan......................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN................................................................................................. 3
2.1 Pengantar
Transformasi Linier................................................................. 3
2.2 Sifat
Transformasi Linier........................................................................... 4
2.3 Sistem Persamaan Linier Homogen........................................................... 6
2.4 Nilai Eigen
dan Vektor
Eigen...................................................................... 8
BAB III PENUTUP....................................................................................................... 11
3.1
Kesimpulan................................................................................................. 11
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................... 12
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Dalam
materi pembelajaran Aljabar linear terdapat sistem yang mencakup Sistem
Equivalen dan Operasi Elementer, Sistem Persamaan Linear Bujur Sangkar Kecil,
Sistem Bentuk Segitiga dan Eselon, Eliminasi Gauss, Matriks Eselon, Bentuk
Kononis Baris, Equivalnci Baris, Eliminasi Gauss dan Fomulasi Matriks,
Persamaan Matriks dari Sistem Persamaan Linear, Sistem Persamaan Linier dan
Kombinasi Linear Vektor-vektor, Sistem Persamaan Linear Homogen, dan sistem
Persamaan Linear Nonhomogen serta Matriks Elementer.
Namun,
dalam makalah ini penulis membatasi ruang lingkup pembahasan. Dari makalah ini
penulis hanya membahas mengenai sistem persamaan linear homogen, eigen value,
dan eigen vektor dengan pembahasan
mengenai bentuk, definisi, dan contoh
soal serta penyelesaiannya. Konsep yang sangat penting dalam Teori Matriks,
yakni nilai eigen dari suatu matriks. Nilai eigen sendiri memiliki aplikasi
yang cukup luas diantaranya untuk penentuan kestabilan suatu sistem, perhitungan
ranking suatu web yang dipakai dalam situs Google, konsep diagnolisasi matriks,
masalah pengenalan wajah dan lain-lain.
1.2 Rumusan
Masalah
Dari
latar belakang diatas, penulis dapat menarik beberapa rumusan masalah yang akan
dijelaskan dalam pembahasan, yaitu sebagai berikut :
Bagaimana
definisi dan contoh soal serta penyelesaian dari bentuk persamaan linear ?
Apa
pengertian nilai eigen dan vektor eigen ?
Bagaimana
cara mencari nilai dan vektor eigen ?
1.3 Tujuan Penulisan
Selain permasalahan yang ditemui dalam pembuatan makalah ini si
penulis juga mempunyai beberapa tujuan dalam menulis makalah ini yaitu sebagai
berikut :
1.
Si pembaca
dapat mengetahui apa yang Transformasi Linier & cara pengoperasiannya.
2.
Si pembaca
dapat mengetahui Persamaan Linier Homogen & cara pengoperasiannya.
3.
Si pembaca
dapat mengetahui apa itu nilai
Eigen dan Vektor Eigen & cara pengoperasiannya
.
BAB II
PEMBAHASAN
TRANSFORMASI LINEAR
2.1 Pengantar Transformasi Linier
Dalam
bagian ini kita mulai mempelajari fungsi bernilai vektor dari sebuah peubah
vektor. Yakni, fungsi yang berbentuk w = F(v), dimana baik
peubahbebas v maupun peubah tak-bebas w adalah vektor. Kita akan memusatkan
perhatian pada kelompok khusus fungsi vektor yang kita namakantransformasi
linear. Kelompok fungsi ini mempunyai banyak penerapan penting dalam
fisika, bidang teknik, ilmu sosial, dan berbagai cabang matematika.
Jika V dan W adalah
ruang vektor dan F adalah sebuah fungsi yang mengasosiasikan
vektor unik di W dengan setiap vektor terletak di V,
maka kita katakana Fmemetakan V ke dalam W,
dan kita tuliskan F:VàW. lebih lanjut lagi, jika Fmengasosiasikan
vektor w dengan vektor v, maka kita tuliskan w = F(v) dan kita
katakan bahwa w adalah bayangan dari v di
bawah F. ruang vektor V dinamakan domainF.
Untuk
melukiskannya, jika v = (x,y) adalah sebuah vektor di R2, maka
rumusnya
Mendefenisikan
sebuah fungsi yang memetakan R2 ke dalam R3.
Khususnya jika v = (1,1), maka x = 1 dan y = 1, sehingga bayangan dari v di
bawah F adalah F(v) = (1,2,0) dengan demikian ,
domain F adalah R2.
Defenisi, jika F:V W adalah sebuah
fungsi dari ruang vektor V ke dalam ruang vektor W,
maka F kita namakan transformasi linear (
linear transformasi) jika
(i)
F(u + v) = F (u) + F (v) untuk semua vektor u dan v di V.
(ii
)F(ku) = kF(u) untuk semua vektor u di
dalam V dan semua skalar k.
Untuk
melukiskannya, misalnya F:R2àR3 adalah
fungsi yang didefinisikan oleh pers. 1, ,
sehingga
Demikian juga, jika k
adalah sebuah skalar, ku = (kx1, ky1),
sehingga
Jadi, F adalah
sebuah transformasi linear.
Jika F:VàW adalah
sebuah transformasi linear, maka untuk sebarang v1 dan v2 di V dan
sebarang skalar k1 dan k2,
kita peroleh
Demikian juga, jika v1,
v2, ……,vn adalah vektor-vektor di V dan
k1, k2,…….kn adalah skalar, maka
Kita sekarang memberikan
contoh lebih lanjut mengenai transformasi linear.
Contoh
Misalkan
A adalah sebuah matriks m x n tetap. Jika
kita menggunakan notasi matriks untuk vektor diRm dan Rn,
maka dapat kita defenisikan sebuah fungsi T :RnàRmdengan
:
T(x)
= Ax
Perhatikan
bahwa jika x adalah sebuah matriks n x 1, maka
hasil kali Ax adalah matriks m x 1 ; jadi T memetakan Rn ke
dalam Rm. lagi pula, T linear,
untuk melihat ini, misalkan u dan v adalah matriks n x 1 dan
misalkan k adalah sebuah skalar. Dengan menggunakan sifat-sifat perkalian
matriks, maka kita dapatkan
Atau secara ekivalen
Kita
menamakan transformasi linear pada contoh ini perkalian oleh A. Transformasi
linear semacam ini dinamakan transformasi matriks.
2.2 Sifat
Transformasi Linier
Pada bagian ini
kita mengembangkan beberapa sifat dasar transformasi linear. Khususnya, kita
memperlihatkan bahwa sekali bayangan vektor basis di bawah transformasi linear
telah diketahui, maka kita mungkin mencari bayangan vektor yang selebihnya dalam
ruang tersebut.
A. Teorema
1.
Jika
T:V W
adalahtransformasi linier, maka :
(a) T(0) =
0
(b) T(-v)
= -T(v) untuksemua v di V
(c) T(v-w)
= T(v) – T(w) untuksemu v dan w di V.
|
Bukti, Misal v adalah sebarang vektor di V.
Karena 0v = 0 maka kita peroleh
T(0) = T(0v) = 0T(v) = 0
Yang membuktikan (a).
Juga, T(-v) = T [(-1)v] = (-1)T(v) –T(v),
yang membuktikan (b).
Akhirnya, v - w = v +
(-1)w; jadi
T(v-w) = T(v + (-1)w)
= T(v) + (-1) T(w)
= T(v) – T(w)
Definisi.Jika
T:V W adalahtransformasi
linear, makahimpuanvektor di V yang dipetakan T kedalam 0 kitanamakankernel (ruangnol)
dari T; himpuantersebutdinyatakanolehker (T). Himpunansemuavektor di W yang
merupakanbayangan di bawah T dari paling sedikitatauvektor di V kitanamakanjangkauandari
T; himpunantersebutdinyatakanoleh R(T).
|
B.
Teorema 2.
Jika
V:T W adalahtransformasi linear,
maka :
(a) Kernel
dari T adalahsubruangdari V.
(b) Jangkauandari
T adalahsubruangdari W.
|
Bukti.
(a). Untuk memperlihatkan bahwa
ker(T) adalah subruang, maka kita harus memperlihatkan bahwa ker(T)
tersebut tertutup di bawah pertambahan dan perkalian skalar. Misalkan v1 dan
v2 adalah vektor-vektor dalam ker(T), dan misalkan k
adalah sebarang skalar. Maka
T (v1 + v2 ) =
T(v1) + T(v2)
= 0 + 0 = 0
Sehingga v1 + v2 berada
dalam ker(T). Juga,
T(k
v1) = kT(v1) = k0 =0
Sehingga k v1 berada
dalam ker(T).
(b). Misalkan w1
dan w2 adalah vektor dalam jangkauan T.
Untuk membuktikan bagian ini maka harus kita perlihatkan bahwa w1 +
w2 dan k w1 berada dalam jangkauan T untuk
sebarang skalar k; yakni, kita harus mencari vektor a dan b di V sehingga T(a)
= w1 + w2 dan T(b) = k w1.
Karena w1 dan
w2 berada dalam jangkauan T, maka vektor a1 dan
a2 dalam V sehingga T(a1) = w1 dan
T(a2) = w2. Misalkan a = a1 +a2 dan
b = ka1. Maka
T(a)
= T(ka1) = kT(a1) = kw1
Yang melengkapkan bukti tersebut.
2.3
Sistem Persamaan Linier Homogen
Sebuah sistem persamaan-persamaan linear dikatakan homogen jika
memuat konstan sama dengan nol, yakni sistem tersebut mempunyai bentuk : Tiap-tiap
sistem persamaan linier homogen adalah system
yang konsisten karena x1 = 0, x2 = 0, …, xn =
0 selalu mempunyai solusi.14 Apr 2012
Suatu sistem persamaan linear AX=B, dikatakan homogen jika
konstanta real semuanya nol, yaitu jika sistem tersebut mempunyai bentuk :

dimana
x1, x2, …, xn variabel
tak diketahui.
Kemungkinan solusi SPL dengan m persamaan
dan n variable

Teorima
Sistem persamaan linear homogen mempunyai tak hingga banyaknya
solusi bukan nol bila banyaknya persamaan yang tidak diketahui lebih sedikit
daripada banyaknya variabel yang tidak diketahui, dengan kata lain m<n.
Secara umum, sistem persamaan linear homogen mempunyai tak hingga
banyaknya solusi bukan nol bila dalam matriks eselon barisnya, banyaknya baris
bukan nol lebih sedikit daripada banyaknya variabel yang tidak diketahui.
Latihan Penyelesaian SPL
Homogen dengan Menggunakan Metode Eliminasi Gauss-Jordan
Contoh:


2.4 NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN
Pengertian
Nilai dan Vektor Eigen
Nilai
Eigen () adalah nilai
karakteristik dari suatu matriks berukuran
n x n, sementara vektor Eigen () adalah vektor kolom bukan nol yang bila dikalikan dengan suatu matriks berukuran
n x n akan menghasilkan vektor lain yang memiliki nilai kelipatan dari vektor
Eigen itu sendiri.[1][2]Definisi
tersebut berlaku untuk matriks dengan elemen bilangan real dan
akan mengalami pergeseran ketika elemen berupa bilangan kompleks.[1][3] Untuk
setiap nilai Eigen ada pasangan vektor Eigen yang berbeda, namun tidak semua
persamaan matriks memiliki nilai Eigen dan vektor Eigen.[1] Nilai
Eigen dan vektor Eigen berguna dalam proses kalkulasi matriks, di mana keduanya
dapat diterapkan dalam bidang Matematika murni dan Matematika terapan seperti transformasi
linear.[4]
Kumpulan pasangan nilai dan vektor Eigen dari suatu matriks
berukuran n x n disebut sistem Eigen dari matriks tersebut.[5] Ruang Eigen dari merupakan kumpulan vektor Eigen yang
berpasangan dengan yang digabungkan dengan vektor nol.[6] Istilah Eigen seringkali diganti dengan istilah
karakteristik, di mana kata ‘’’Eigen’’’ yang berasal dari bahasa Jerman memiliki arti ‘’asli’’ dalam konteks menjadi ciri
khas atau karakteristik dari suatu sifat.[7]
Perhatikan gambar di bawah ini:
Jadi, dapat disimpulkan bahwa jika suatu matriks bujur
sangkar, dikali dengan sebuah vektor bukan nol, diatur sedimikian rupa sehingga
hasilnya sama dengan perkalian sebuah bilangan skalar dengan vektor tak nol itu
sendiri, inilah yang dinamakan Nilai Eigen dan Vektor Eigen.
Berikut adalah 2 contoh soal bagaimana menentukan nilai dan
vektor Eigen suatu matriks:
Contoh Soal dan Penyelesaian
Penyelesaian :



BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Tiap-tiap
system persamaan linear homogeny adalah system yang konsisten, karena X1 = 0,
X2 = 0, ..., Xn = 0 selalu merupakan pemecahan. Karena salah satu pemecahan ini
adalah pemecahan trival, maka kita dapat membuat pernyataan sebagai berikut.
System
tersebut hanya mempunyai pemecahan trival.
System
tersebut mempunyai takterhingga banyaknya pemecahan taktrival sebagai tambahan
terhadap pemnecahan trival tersebut.
Pada
nilai dan vektor eigen jika Aadalah suatu matriks n x n maka vektor tak nol x
pada disebut suatu vektor eigen dari A, jika Ax adalah suatu kelipatan skalar
dari X; yaitu Ax = λx untuk suatu skalar λ . Skalar λ disebut nilai eigen dari A, dan x disebut
suatu vektor eigen dari A yang terkait dengan λ.
DAFTAR PUSTAKA
Anton, Howard. 1987. Aljabar Linear Elementer edisi ke 5. Jakarta : Erlangga.
Sibrani, M. 2013. Aljabar Linear. Jakarta : PT Grafindo Persada Jakarta.
https//istanamengajar.wordpress.com/2014/01/28/soal-dan-pembahasan-nilaidan
vektor-eigen-suatu-matriks/.


No comments for "MAKALAH PERSAMAAN LINEAR HOMOGEN, EIGEN VALUE, DAN EIGEN VEKTOR"
Post a Comment